معهد بيت السلام

PESANTREN

adalah basis utama  PENDIDIKAN KARAKTER yang sesungguhnya.

PESANTREN    adalah     perpaduan     antara     ilmu     dan    akhlaq;

antara iman dan amal, antara kesalehan individu dan kesalehan sosial.

Keunikan PESANTREN yang tidak ditemukan dalam lembaga pendidikan lain adalah pengawasan, pembinaan dan pendampingan terus menerus kepada santri-santrinya.

Santri tidak hanya belajar, tetapi juga dididik untuk menjadi calon pemimpin dan santri tidak hanya dituntut mandiri, tetapi juga diajari cara bersikap dan   bergaul dengan orang yang berasal dari daerah dengan budaya yang berbeda-beda.

PESANTREN

adalah life curriculum (kurikulum kehidupan) yang sesungguhnya,

yang membekali santrinya dengan islamic values (nilai-nilai islam)

melalui   daily   habits   (pembiasaan   sehari  –  hari),   yaitu;

√ Daily-Habits 1 Menghormati Orang Tua & Guru (Birrul Waalidain),

√ Daily-Habits 2 Taat Beribadah & Taat Peraturan (Pembinaan Disiplin),

√ Daily-Habits 3   Kerjasama   Tim   &   Bersikap   Sportif   (  Life   Skills  )  ,

√ Daily-Habits 4 Pembinaan Akhlaqul Karimah (Keteladanan Ustadz/Ustadzah),

√ Daily-Habits 5 Penguatan National Values  (Nilai  Kebangsaan  &  Nasionalisme).

Dengan    pengawasan,    pembinaan    dan    pendampingan    terus    menerus,

PENDIDIKAN KARAKTER yang sesungguhnya tengah ditanamkan sejak dini kepada santri.

PESANTREN

adalah pilihan utama untuk mendidik generasi muda bangsa yang berkarakter.

Lingkungan pergaulan yang negatif menjadi fenomena realitas yang terjadi di masyarakat saat ini yang diwarnai kemerosotan moral mulai dari pornografi, narkoba hingga korupsi.

Perilaku yang baik hanya bisa terwujud dengan pembiasaan secara terus menerus, dilaksanakan dengan pengawasan, pembinaan dan pendampingan yang merupakan bentuk PENDIDIKAN KARAKTER yang sudah lama dilakukan di PESANTREN.

Kita sepakat soal pentingnya PENDIDIKAN KARAKTER,

maka   pilihan   satu – satunya   adalah   PESANTREN.


PESANTRENbaitussalam

TKIT – SDIT – SMPIT – SMAIT

Sekolah Islam Terpadu Berbasis PESANTREN

Inkopad-Kalisuren-Tajurhalang-Bogor-16320

0 8 5 2 . 8 8 3 . 2 2 4 4 8

50 Pendakwah Pengubah Sejarah

50 Pendakwah Pengubah Sejarah

Penulis : M. Anwar Djaelani
Halaman : 328 hlm
Dimensi : 14 x 20 cm
Berat : 279 Gram
Tahun : 2016
ISBN : 978-602-7820-40-1
Kategori : Biografi/Sejarah

Inspirasi dar Guru-Guru Masjidil Haram 21

1. Nawawi al-Bantani: Pemilik Banyak Gelar Penanda Kedalaman Ilmu 22
2. Muhammad Kholil: Guru dari Banyak Ulama Berpengaruh 27
3. Mahfudz at-Tarmasi: Mendapat Enam Gelar dari Syaikh Yasin al-Fadani 32
4. Ahmad Khatib al-Minangkabawi: Pembaharu yang “Melahirkan” Banyak Ulama Besar 37
5. Yasin al-Fadani: Musnid Terkemuka Abad Ini 42

Pembaharu dan Pendidik Fenomenal 47

6. Sholeh Darat: Guru Ulama dan “Penunjuk Jalan” R.A. Kartini 48
7. Muhammad Thaib Umar: Memperbaharui Model Sekolah Agama dan Bahasa Khutbah 53
8. Ahmad Surkati: Pendiri Al-Irsyad dan Guru dari Banyak Tokoh Nasional 58
Selangkah Seiring di Jalan Dakwah 63
9. Ahmad Dahlan: Pendiri Muhammadiyah Tak Lelah Berdakwah 64
10. Siti Walidah: Mendirikan Aisyiyah untuk Majukan Muslimah 89

Bapak-Anak, Istiqamah di Medan Dakwah 75

11. Abdul Karim Amrullah: Pembaharu yang Gigih dan Tegas kepada Siapa pun 76
12. HAMKA: Sang Autodidak “Produsen” Seratus Buku 81
13. Hasyim Asy’ari: Pendiri NU dan Pejuang Syariat dan Tegas kepada Syi’ah 86
14. Wahid Hasyim: Gigih Memperjuangkan Islam sampai di Level Negara 91
15. Isa Anshari: Tokoh Masyumi, SInga Podium, dan Jago Menulis 96
16. Endang Saifuddin Anshari: Menempatkan Posisi Piagam Jakarta Secara Haq 101

Mertua-Menantu di Satu Garis Perjuangan 107

17. Imam Zarkasyi: Pendiri Pesantren Gontor yang Meyakini Kekuatan Tulisan 108
18. Tidjani Djauhari: Ulama Sumenep-Madura “Berkarier” ke Mancanegara 113

Gelanggang Politik pun Menjadi Lahan Dakwah 119

19. HOS Tjokroaminoto: Berbasis Iman dan Islam Gelorakan Kesadaran Nasional 120
20. Agus Salim: Mendapat Hikmah dari Tugas Mengintel Aktivis Syarikat Islam 125
21. M. Natsir: Gigih Memperjuangkan Islam sebagai Dasar Negara 130
22. Mohamad Roem: Diplomat Ulung Bernama Harum 135
23. Syafruddin Prawiranegara: Pemimpin Sederhana dan Da’i yang Istiqamah 140
24. Kasman Singodimedjo: Lantang Menagih Janji Terkait “Tujuh Kata” 145
25. Prawoto Mangkusasmito: Pemimpin yang Patut Ditiru Calon Pemimpin 150

Sang Inspirator, Sang Peneduh 155
26. Faqih Usman: Ulama Perumus “Kepribadian Muhammadiyah” 156
27. Abdul Hamid: Ulama yang Tak Hendak Terkenal 161

Pesona Sang Penggerak 167
28. Abdul Wahab Hasbullah: Ulama yang Aktif Bergerak dan Menggerakkan 168
29. Mas Mansur: Sang “Sapukawat” dan Si “Bintang Timur” 173
“Dua Abdullah” yang Penuh Prestasi 179
30. Abdullah Syafi’i: Pencinta Ilmu dan Pendidik Sukses 180
31. Rahmat Abdullah: Pengemban Dakwah, Penebar Ghirah 185

“Cahaya-Cahaya” yang Mencerahkan 191
32. Mas Abdurrahman: “Bercahaya” Bersama Mathla’ul Anwar 192
33. Misbach: Bak Lampu Menjadi Penerang Umat 197

Perempuan-Perempuan Tangguh di Arena Dakwah 203
34. Rohana Kuddus: Pendidik dan Perempuan Jurnalis Pertama 204
35. Rahman El-Yunusiyah: Pendidik Sukses dan Syaikhah Pertama dari Al-Azhar 209
36. Rasuna Said: Berjuang Lewat Pendidikan, Politik, dan Jurnalistik 214
37. Zakiah Daradjat: Perempuan Berkualitas Ulama 219
38. Yoyoh Yusroh: Penghafal Al-Qur’an yang Bersiaga Hadapi Kematian 224

Kristolog yang Jago Dialog 229
39. Bahaudin Mudhary: Kristolog Cakap Berdebat dan Terampil Menulis 230
40. Abdullah Wasi’an: Kristolog Hebat Berdebat dan Jempolan Menulis 235

Siap Menulis dan Sigap Berdebat 241
41. A. Hassan: Guru PERSIS, Tajam Menulis dan Fasih Berdebat 342
42. M. Rasyid: Sang Pembela Agama dan Negara 247

Tetap “Hidup” Bersama Karya Tulisnya 253
43. Arsyad al-Banjari: Sang Penunjuk Jalan agar Urusan Agama Mudah 254
44. Mahmud Yunus: Pembaharu Pengajaran Bahasa Arab 259
45. Hasbi ash-Shiddieqy: Pemikir Besar dari Kota Kecil 264
46. Munawar Khalil: “Hidup” bersama Kelengkapan Tarikh Muhammad 269
47. Ahmad Warson Munawwir: Penyusun Kamus Arab-Indonesia Legendaris 274
48. Mu’ammal Hamidy: Rajin Menulis, dari “Lembar Ceramah” hingga Buku 279

Selalu bersemangat Gerakkan Dakwah 285
49. Abdullah Said: Pendiri Hidayatullah Si Kutu Buku dan Sang Motivator 286
50. Hasan Hasly: Kakek yang “Mewariskan” Sebuah Pusdiklat 291

َ فَاعْتَبِرُوا يَا أُولِي الْأَبْصَارِ
Fa’ tabiruu, yaa ulil Abshoor.
Maka ambillah pelajaran wahai orang-orang yang berpikir.
(Q/S:59/2)

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
β معهد بيت السلام
PESANTREN BAITUSSALAM
TKIT_SDIT_SMPIT_SMAIT
Sekolah Islam Terpadu Berbasis PESANTREN
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
@ https://goo.gl/maps/sBTXpMf9W2m
@ https://baitussalamonline.blogspot.com
@ bjb syariah (425)
5450.101.0000. 61
@ baitussalam@live.com
@ 0852.883.22448